Pentingnya Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak Sejak Dini

Anak merupakan investasi yang paling berharga bagi setiap orang tua. Karena dengan hadirnya seorang anak akan menimbulkan berbagai harapan didalam benak setiap orang tua. Setiap orangtua juga menginginkan anak-anak mereka cerdas dan memiliki wawasan yang luas, dan kecerdasan dapat dipupuk dalam diri anak sejak usia dini. Menumbuh kembangkan minat baca anak pada usia dini adalah faktor utama untuk menanamkan kecerdasan anak, karena jika anak dapat membaca sejak usia dini, maka hal itu dapat membuka wawasan mereka lebih jauh lagi.

Membaca merupakan kegiatan yang produktif  untuk dilakukan,  mengingat membaca begitu penting untuk dilaksanakan dalam kehidupan manusia. Namun perlu diingat orang tua dalam melaksanakannya untuk tetap memperhatikan perkembangan dari anak, sehingga tidak terdapat unsur pemaksaan.Minat membaca pertama kali harus ditanamkan melalui pendidikan dan kebiasaan keluarga. 

Membaca adalah proses untuk memperoleh pengertian dari kombinasi beberapa huruf dan kata. Menurut Juel (1988) mengartikan bahwa membaca adalah proses untuk mengenal kata dan memadukan arti kata dalam kalimat dan struktur bacaan. Hasil akhir dari proses membaca adalah seseorang mampu membuat intisari dari bacaan. Berdasarkan pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa minat membaca adalah kekuatan yang mendorong anak untuk memperhatikan, merasa tertarik dan senang terhadap aktivitas membaca sehingga mereka mau melakukan aktivitas membaca dengan kemauan sendiri. Aspek minat membaca meliputi kesenangan membaca, frekuensi membaca dan kesadaran akan manfaat membaca.

Minat membaca perlu ditanamkan dan ditumbuhkan sejak dini, tetapi hal ini tidak terlepas dari peran orang tua dalam menumbuhkan minat baca anak. Pentingnya pedidikan keluarga merupakan konsekuensi rasa tanggung jawab orang tua terhadap anaknya. Di dalam keluarga anak mulai mengenal hidupnya, hal ini perlu disadari bahwa anak dilahirkan dalam lingkungan keluarga tumbuh dan berkembangnya hingga anak melepaskan diri dari keluarga. Oleh karena itu, begitu besarnya pengaruh orang tua terhadap anaknya maka dalam hal ini merangsang minat baca anak-anak sebagai upaya untuk  melatih  membaca  sejak dini.

Pada dasarnya setiap bayi yang dilahirkan didunia memiliki  potensi yang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,dan setiap anak mampu memaksimalkan potensinya dengan cara yang sangat personal. Tetapi ini semua memerlukan perhatian agar potensi yang dimiliki anak dapat berkembang dengan baik. Penanaman membaca sejak dini sebagai wujud investasi  agar menjadikan anak  untuk lebih baik adalah idaman setiap orang tua , anak ibarat setangkai bunga  akan tumbuh secara sempurna  jika di tanam pada tempat yang tepat, terawat dengan baik  dan penuh kasih sayang.  Begitu pula anak akan dapat tumbuh  dan berkembang secara baik apabila diberi perhatian dari orang tua .
 
Selain memperoleh hiburan, dengan membaca, seseorang terbuka cakrawala pandangan dan pemikirannya.  Oleh karena itu, buku disebut sebagai “Jendela Dunia”. Dengan membaca, seseorang dapat mengarahkan pandangannya keluar. Membaca dapat mengubah bukan hanya sudut pandang atau mind set seseorang, tapi juga bisa mengubah hidup secara total. Saya sendiri, merasa hampir semua buku yang saya baca mengubah setidaknya mind set.

Buku menjadi sarana pencerdasan, alih ilmu pengetahuan dan teknologi, medium pendidikan yang andal. Banyak orang menjadi pintar dan kaya karena membaca buku. Oleh karena itu, kebiasaan membaca (reading habit)  harus ditanamkan pada anak sejak dini. Setiap anak harus diperkenalkan dengan bacaan agar mereka cepat menguasai bahasa serta mahir dalam membaca. Reading habit suatu bangsa sering menjadi tolak ukur kemajuan atau peradaban suatu bangsa. Reading habit mengalami proses yang panjang. Menuju  masyarakat gemar membaca (reading society), memerlukan proses, dan juga waktu. Di Negara maju, sudah menjadi budaya yang mengakar, maka itu merupakan proses yang sangat panjang. Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia masih dalam proses menuju masyarakat gemar membaca.

Secara umum, mengajarkan anak untuk bisa membaca pada usia dini, memerlukan sikap kesungguhan, kesabaran, dan keyakinan. Para orang tua biasanya akan menyerahkan anak-anaknya pada guru di sekolah untuk diajari membaca. Akan tetapi, hal itu bukan berarti bahwa orang tua bisa lepas tangan dari tanggung jawabnya untuk mendidik anak mereka. Selain menyerahkan kepada guru di sekolah, orang tua dituntut berperan aktif mengajari anak-anak mereka untuk membaca ketika sudah berada di rumah.
Sementara bagi setiap guru, hendaknya selalu mencari terobosan baru untuk mencari cara yang paling efektif, cepat, dan tepat agar anak-anak didik mereka bisa membaca dalam waktu yang singkat dan lancar. Orang tua juga harus ikut andil dalam hal ini. Kalau anak sudah bisa membaca dengan baik, hendaknya Anda menjadikan buku sebagai kebutuhan rutin yang diberikan kepada mereka. Orang pertama yang bertanggung jawab dalam pendidikan anak (apalagi balita) adalah orang tua atau keluarga. Sekolah dan guru merupakan penanggung jawab kedua. Kalau minat membaca anak sudah tumbuh dengan baik, maka tugas orang tua adalah mengarahkan sesuai dengan bakat dan minatnya. Apabila anak Anda sudah bisa membaca, maka hal yang perlu Anda lakukan hanyalah memberikan sedikit penjelasan dari apa yang mereka baca. Anda tidak lagi dituntut untuk memberikan penjelasan secara panjang lebar karena anak Anda sudah dapat membaca sendiri. Pilihlah buku yang sesuai dengan usia mereka. Misalnya dongeng dan buku bacaan lainnya yang sebagian besar terdapat gambar-gambar yang mereka sukai. Hal ini agar anak tidak bosan untuk membaca.

Dalam penelitiannya, Glenn Doman(1998), seorang pendiri The Institute for The Achievement of Human Potential di Philadelphia menyatakan bahwa anak balita dapat diajarkan membaca dan lebih efektif daripada anak yang memasuki usia sekolah(6 tahun). Dalam penelitiannya, Doman mengemukakan bahwa anak yang berumur 4 tahun lebih efektif daripada anak yang berumur 5 tahun. Anak berumur 3 tahun lebih mudah diajari daripada anak berumur 4 tahun. Lebih jelasnya, Doman mengatakan bahwa semakin kecil usia seorang anak, maka semakin mudah untuk diajari membaca. Akan tetapi, dalam batas anak sudah mulai berbicara. Karena anak yang belum bisa berbicara, akan sulit untuk diajari membaca.

Menurut Doman, hal terpenting dalam mengajari anak agar bisa cepat membaca adalah terciptanya suasana yang mengasyikkan ketika mengajar mereka. Tanamkan sebuah kesan bagi anak bahwa mereka bisa menemukan suatu keasyikkan dengan cara membaca. Belajar membaca dengan cara mengasyikkan, akan memudahkan anak untuk menguasai materi dengan lebih cepat. Metode sehebat apapun jika tidak didukung oleh suasana yang mengasyikkan, maka akan menyebabkan rasa malas bagi anak untuk diajak belajar. Belajar dengan cara mengasyikkan akan memudahkan anak untuk menguasai materi dengan lebih cepat.

Hal yang harus Anda perhatikan untuk memulai mengajari anak belajar membaca, jadikan kegiatan belajar membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan. Bagi anak, belajar tentu saja menjadi kegiatan yang tidak menyenangkan. Hal ini disebabkan mereka belum mengerti manfaat yang bisa mereka dapatkan dengan cara belajar. Hal ini terjadi tidak hanya pada anak-anak yang masih berusia dini, anak remaja pun terkadang masih beranggapan bahwa belajar merupakan kegiatan yang sangat membosankan. Pada usia dini, anak akan lebih banyak melakukan sesuatu sesuai nalurinya. Mereka lebih banyak menyukai kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, penuh keceriaan, dan identik dengan nilai-nilai permainan. Oleh karena itu, hal pertama kali yang harus kita lakukan adalah menciptakan suasana yang nyaman. Jadikan kegiatan belajar membaca sebagai sebuah kegiatan yang membuat mereka senang dan gembira, bukan sebaliknya sebagai sebuah kegiatan yang membebani pikiran mereka. (**)